Langsung ke konten utama

Miripis



Saat mengendarai motor menuju rumah tiba-tiba hujan turun. Secepat mungkin motor aku parkir di pohon rindang pinggir jalan. Sebuah warung kopi kuputuskan untuk menjadi tempat berteduh sementara, sambil memesan segelas kopi dan menyulut sebatang rokok. kuhisap rokok, minum kopi, dan semua penat seakan hilang namun tetap ada beban dipikiran.
Tugas-tugas perkuliahan yang makin banyak dan kondisi keuangan keluarga yang sedang tidak sehat seakan menusuk-nusuk pikiranku. Bagaimana tidak, untuk mengerjakan tugas atau mengikuti kegiatan perkuliahan setidaknya aku harus mempunyai beberapa lembar Bapak Soekarno-Hatta atau lebih. Sedangkan yang sering kugenggam hanyalah Tuanku Imam Bonjol.
Egois memang, namun bukannya aku tidak memikirkan  bagaimana orangtuaku berjibaku mencari nafkah. Mereka yang telah mencapai usia kepala lima namun masih harus bekerja, sesuatu yang tak benar menurutku. Di usia itu harusnya mereka tinggal menikmati kehidupan ini, setidaknya beristirahat dari hiruk-pikuk kehidupan. Bersantai dirumah, bermain bersama cucu, atau berkebun sekedar membenahi tanaman yang tumbuh dihalaman. Dengan rasa hormat dan kasih sayang pada mereka, semua yang terjadi sekarang logikanya adalah karena perbuatan mereka di masa lalu. Seperti sebuah pepatah, tanamlah baik maka kau tuai baik dan tanam yang jelek maka kau tuai jelek. Kasihan.
Kulanjut dengan rokok kedua, saat hujan mulai mereda. Aku masih terdiam dibangku warung sambil memandangi jalan yang mulai ramai kembali. Tiba-tiba terpikir olehku untuk memulai usaha kecil-kecilan, setidaknya usaha yang bisa kulakukan sendiri dan tidak membutuhkan modal banyak. Apakah itu jasa atau produk, modalnya kisaran 500 sampai 1juta, dan cukup dilakukan disela-sela waktu kuliah. Saat pikiranku sibuk mengawang-ngawang seorang anak kecil laki- laki datang kearahku sambil membawa kotak berisi makanan-makanan ringan menghampiri dan menyimpan kotaknya disebelahku sambil berucap “punten A, ikut sebetar”. Ia berlari menuju hujan ke sebuah halte di seberang sambil membawa sesuatu di kantong kresek hitam. Terlihat samar Ia sedang berinteraksi dengan orang-orang yang sedang duduk disana. Ketika sebuah bis menurunkan penumpang disana Ia menghampirinya dan terlihat bernegosiasi. Lalu ia mengikuti langkah si penumpang bis yang telah ia beri payung menuju sebuah restoran yang terletak beberapa meter disebelah warung kopi tempatku berteduh.
Dengan tubuh basah kuyup namun wajah berseri-seri bocah yang kutaksir usianya 11 tahun itu kembali memeriksa kotaknya yang terletak didekatku. Ia lap payungnya dan dimasukkannya kembali ke kantong kreseknya. lalu ia berkata padaku “ Bade A, aya risol sareng pastel.” Ia menawarkan makanan dikotaknya dengan bahasa sunda dan kutolak dengan bahasa sunda pula. Lalu kutanyakan mengapa ia mengelap payungnya padahal hari masih hujan. Lalu Ia menjawab itu sebagai bentuk pelayanan untuk orang yang menggunakan jasanya supaya tak kecewa, tentu saja dengan kata-kata yang lebih anak kecil namun bermakna kurang lebih seperti itu. Setelah itu ia berlalu membawa kotaknya menuju seberang jalan.
Dihisapan terakhir rokokku aku merasa tercerahkan oleh anak tersebut. Bagaimana tidak anak sekecil itu, yang untuk ukuran anak-anak saja sudah sangat bagus ia mau bergelut dengan kegiatan ekonomi bahkan sudah terpikir tentang kepuasan pelanggan.
Tentang anak itu dan usaha kecil-kecilan masih ada dipikiranku saat aku berjalan menuju motor dan menyalakannya untuk menuju rumah. Untuk pulang dan menemui raut-raut wajah orang tuaku yang ku khawatirkan tak bisa selalu tersenyum.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Contoh Tugas Etika dan Regulasi Penyiaran

Mata Kuliah         : Etika dan Regulasi Penyiaran Dosen Pengampu      : Dadan Saputra, S.Pd, M.Si Analisa Konten Siaran NET TV berdasarkan P3SPS 2012 pada Jum’at, 28 November 2014 pukul 20.00 – 22.00 WIB NET TV adalah lembaga penyiaran swasta yang menggunakan jaringan lokal disetiap kota yang belum lama berdiri. Di Bandung sendiri NET TV menggunakan frekuensi bekas Space Toon. Saat menonton untuk mengerjakan tugas ini, saya menonton sebagian acara Ini TalkShow, acara 86, dan sebagian acara The Comment. Pada acara Ini Talkshow   ada sedikit pelanggaran. Saat para talent saling menyela satu sama lain dan akhirnya keluar ucapan dengan nada tinggi dari presenter yaitu Sule. Adegan melanggar SPS yaitu BAB XIII PELARANGAN DAN PEMBATASAN KEKERASAN Bagian Kedua tentang Ungkapan Kasar dan Makian Pasal yang berbunyi “ Program siaran dilarang menampilkan ungkapan kasar dan makian, baik secara verbal maupun nonverbal, yang m...

[latepost] rangkaian MO

SUNGAI Sungai Citarum adalah sungai terbesar di Jawa Barat.   Dengan panjang sekitar 225 km,   (sumber : kompas.com) Citarum melewati beberapa kawasan Kab. Bandung, Kab. Bandung Barat, dan Kota Bandung. Beberapa bagiannya memiliki arus yang cocok digunakan untuk olahraga air seperti arung jeram. Di salah satu bagian sungai yang berada di Rajamandala, siswa palawa akan menjalankan tugasnya sebagai salah satu rangkaian diklatdas palawa XXVII. Jeram citarum dipilihkan panitia untuk menempa para siswa diklat. Kegiatan ini jadwalkan pada hari Jum’at, 5 April 2013.   Setelah serangkaian materi kelas, simulasi, dan cek peralatan, 33 siswa diberangkatkan menggunakan bekang pada pukul 18.00. Walaupun terlambat dari waktu yang dijadwalkan, namun menurut saya itu masih wajar. Saya pribadi keterlambatan seperti ini tidak terulang lagi di kegiatan selanjutnya karena bagaimanapun show must go on . Hal-hal seperti ini kadang akan melemahkan kita, memanjakan kita terhadap...

Hama, Kartun, dan Korupsi

Tikus ini mampir ke rumah, minta selfie. Ngarana make hp auto focusna pasti ka nu cicing. Nu hirup mah da teu daek cicing sekilas cuma hitam, perhatikan ada sesosok mayat tikus terbujur di lantai Tulisan ini hadir karena keresahan saya akan semakin banyaknya tikus di rumah dan lingkungan saya. Bukan saya tidak resah dengan Koruptor, tapi banyaknya koruptor yang muncul - dengan kata lain tertangkap - itu mengindikasikan rantai makanan berjalan dengan baik. Kalau zaman dahulu tidak terdengar ada kasus korupsi, itu tak lain karena tak ada karnivora untuk koruptor zaman itu. Selain itu peran awak media juga sangat dibatasi dan dikendalikan oleh pemerintah saat itu. pemandangan dari kaki gunung Manglayang Well, di depan rumah saya dulunya ada sawah yang cukup luas. Di belakang rumah tetangga saya memiliki bangunan tempat penyimpanan (lumbung) padi yang sekarang tidak dipakai lagi karena Mereka tidak punya lagi sawah, lahan yang menghasilkan padi. Saat SD, saya inga...